Perencanaan set diawali dari memahami kebutuhan naskah dan aspirasi dari sutradara.
Perencanaan set sangat berkaitan dengan fasilitas, waktu dan biaya yang
tersedia. Perencanaan diawali dari diskusi antar sutradara dan set designer
dengan menggunakan sketsa, gambar berskala, tampak depan, perencanaan produksi
set yang akan mendetailkan pekerja, biaya dan material yang diperlukan.
Produksi yang lebih besar akan membutuhkan kolaborasi yang luas, seperti
melibatkan spesialis yang akan memberi pertimbangan dari segi shot, pergerakan
pemain penematan cahaya kostum dll sehingga kerjasama antar bagian menjadi
sangat penting.
Perencanaan set perlu
mempertimbangkan hal-hal berikut ini:
- Ketinggian kamera
- Latar depan
- Tampilan realitas
- Adanya kedalaman ruang
Berikut
adalah gambar-gambar perencanaan set
Floor plan dikenal juga sebagai staging plan, ground plan, atau set plan.
Floor plan adalah rencana dari tata panggung yang diawali dari menggambar garis
outline set berskala yang dilengkapi dengan pintu, jendela, tangga, pastikan
terdapat ruang untuk kamera, audio dan lighting, Millerson, Owen (2009:213).
Pandangan
atas dari sebuah ruangan/set yang
digambar pada media 2 dimensi. Fungsi
dari floor plan adalah memperlihatkan tata letak, perbandingan, pembagian Setting dan informasi ukuran dari panjang, lebar ruangan.
Denah/Floor plan (Sumber: Ramdani, Y 2005)